Perbedaan Marmer dan Granit: Panduan Memilih Material Terbaik untuk Hunian
Dalam dunia desain interior dan arsitektur, marmer dan granit termasuk material premium favorit. Meski sama-sama merupakan batuan alam, keduanya memiliki karakter estetika hingga kekuatan yang berbeda, sehingga memahami perbedaan marmer dan granit menjadi penting ketika menentukan material untuk countertop, lantai, dinding, hingga elemen dekoratif.
Baca juga: Tren Interior 2026: Inspirasi Desain Interior 2026
Apa Itu Marmer dan Granit?
Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk dari rekristalisasi batu kapur. Material ini terkenal dengan pola urat (veining) elegan sekaligus mewah. Setiap slab memiliki karakter unik, sehingga banyak dipilih untuk gaya interior modern, klasik, hingga kontemporer.
Sedangkan, granit adalah batuan beku (igneous rock) yang terbentuk dari magma yang mengeras. Karena proses terbentuknya, granit memiliki karakter lebih keras, lebih tahan gores, serta tahan panas, sehingga cocok untuk area yang membutuhkan durabilitas tinggi.

Perbedaan Marmer dan Granit
1. Pola dan Tampilan
Marmer:
Memiliki pola urat (veining) lebih lembut, natural, serta elegan. Urat marmer biasanya membentuk garis halus yang menyatu secara artistik sehingga menciptakan kesan mewah dan soft. Setiap slab marmer memiliki pola berbeda, tidak ada yang benar-benar sama, sehingga karakter estetikanya tak hanya unik tapi juga terkesan eksklusif.
Granit:
Menampilkan pola bintik (granular) lebih padat, acak, dan kontras. Teksturnya terlihat kokoh serta memberikan nuansa lebih modern. Pola granit cenderung lebih “ramai”, tetapi justru memberikan karakter tegas yang cocok untuk ruang dengan gaya industrial atau kontemporer.
2. Warna
Marmer:
Didominasi warna-warna soft seperti putih, cream, abu cerah, hijau muda, hingga pink pastel. Warna lembut ini membuat marmer ideal untuk menciptakan ruang yang bersih, elegan, serta premium.
Granit:
Memiliki rentang warna lebih solid dan kuat seperti hitam pekat, cokelat tua, abu gelap, biru kehitaman, hingga merah maroon. Pilihan warnanya memberi kesan tegas serta tahan kotor sehingga cocok untuk area aktivitas berat.
3. Ketahanan terhadap Goresan
Granit:
Lebih keras sehingga sangat tahan gores karena pembentukannya berasal dari magma yang mengeras. Skor kekerasannya pada skala Mohs lebih tinggi daripada marmer, sehingga ideal untuk area yang membutuhkan durabilitas tinggi seperti countertop dapur.
Marmer:
Lebih lunak dan rentan tergores. Permukaannya membutuhkan perlindungan tambahan, seperti coating atau sealing rutin, agar tetap terlihat mengkilap sekaligus aman terjaga.

4. Ketahanan terhadap Cairan & Noda
Granit:
Memiliki pori lebih kecil sehingga tidak mudah menyerap air atau cairan lain. Risiko noda permanen jauh lebih rendah, serta cocok untuk dapur yang sering terkena minyak, kopi, atau bumbu masakan.
Marmer:
Pori-pori lebih besar sehingga cukup mudah menyerap cairan. Tanpa sealing, marmer sangat sensitif terhadap noda terutama cairan asam seperti kopi, wine, lemon, ataupun saus tomat.
5. Ketahanan terhadap Panas
Marmer dan Granit sama-sama tahan panas, namun granit lebih unggul dalam stabilitas terhadap perubahan temperatur ekstrem. Granit dapat menerima panas dari panci atau alat masak tanpa risiko retak, sedangkan marmer lebih sensitif terhadap thermal shock.
Maka dari itu, area dapur seperti countertop, island, atau backsplash, granit lebih direkomendasikan dibandingkan marmer karena tak mudah menyerap noda serta tahan terhadap temperatur ekstrem.
6. Perbedaan Marmer dan Granit dalam Hal Harga
Marmer:
Umumnya memiliki harga lebih tinggi, terutama untuk jenis high-end seperti Carrara, Calacatta, Statuario, atau marmer eksotis dari Italia dan Turki. Nilai estetikanya juga kelangkaannya membuat harga marmer premium tergolong mahal.
Granit:
Memiliki kisaran harga lebih variatif dan stabil. Mulai dari granit standar dengan harga terjangkau hingga granit premium dengan kualitas tinggi. Inilah alasan mengapa granit menjadi pilihan favorit untuk pemilik rumah yang ingin tampilan mewah namun tetap efisien dari sisi budget.

Kelebihan dan Kekurangan Marmer vs Granit
| Material | Kelebihan | Kekurangan |
| Marmer | • Tampilan mewah yang tidak tergantikan.• Cocok untuk elemen estetika seperti dinding, foyer, dan kamar mandi.• Motif urat alami membuat interior terlihat lebih high-end. | • Tidak terlalu tahan gores.• Mudah terkena noda asam (kopi, wine, lemon).• Rawan kusam jika tidak dirawat. |
| Granit | • Sangat kuat dan tahan lama.• Cocok untuk area aktivitas tinggi seperti countertop dapur.• Tidak mudah penyok, retak, atau berubah warna.• Perawatan relatif mudah. | • Tampilan cenderung “ramai” karena pola granular.• Beberapa jenis surface terasa lebih kasar. |
Cara Merawat Marmer dan Granit
Perbedaan marmer dan granit juga bisa dilihat dari segi perawatannya. Berikut tips dasar untuk merawat interior dari marmer atau granit:
Marmer
- Wajib melakukan sealing secara rutin untuk melindungi pori-porinya dari penyerapan noda dan cairan asam. Biasanya dilakukan setiap 6-12 bulan tergantung intensitas pemakaian.
- Gunakan pembersih dengan pH netral, agar permukaan tetap aman dan tidak terkikis.
- Hindari cairan asam seperti cuka, lemon, soda, atau produk berbahan abrasive karena dapat menimbulkan etching (bekas kusam atau memudar).
Granit
- Lebih mudah dirawat, cukup menggunakan sabun cair lembut atau cairan pembersih umum yang tidak terlalu keras.
- Sealing tetap dianjurkan, meskipun tidak sesering marmer. Ini membantu menjaga ketahanan permukaan terhadap noda ataupun minyak.
- Permukaan granit umumnya lebih stabil, namun tetap sebaiknya dihindarkan dari benturan keras agar tidak muncul chip pada tepiannya.
Catatan Penting
Baik marmer maupun granit, hindari penggunaan pembersih dengan bahan kimia terlalu kuat, pemutih, atau scrub kasar. Produk semacam ini dapat merusak lapisan sealing dan membuat permukaan menjadi kusam atau rapuh dalam jangka panjang.

Tips Memilih Marmer atau Granit
- Prioritaskan fungsi ruang
Untuk dapur yang sering dipakai memasak, pilih granit. Untuk dinding foyer atau kamar mandi mewah, marmer lebih direkomendasikan. - Sesuaikan dengan gaya interior
Marmer = elegan dan artistik.
Granit = modern dan kokoh. - Pertimbangkan perawatan jangka panjang
Jika ingin low-maintenance → granit.
Jika ingin estetika maksimal tapi high-maintenance → marmer. - Sesuaikan dengan budget
Marmer cenderung lebih premium; granit lebih fleksibel. - Pilih finishing sesuai kebutuhan
- Polished (mengkilap)
- Honed (matte)
- Flamed (untuk outdoor)
Jadi, Mana yang Lebih Baik? Marmer atau Granit?
Keduanya adalah material berkualitas tinggi. Perbedaan marmer dan granit tidak menjadi masalah selama Anda memilihnya sesuai kebutuhan:
- Pilih marmer jika mengutamakan estetika, keunikan pola, dan mood mewah.
- Pilih granit jika mengutamakan ketahanan, durabilitas, serta kemudahan perawatan.
Dengan memahami perbedaan marmer dan granit, Anda bisa memilih material paling sesuai untuk desain interior maupun proyek arsitektural secara tepat. Selanjutnya, untuk dapat mewujudkan desain interior impian, konsultasikan kebutuhan desainmu dengan Anano Studio. Berpengalaman dalam design & build interior, baik marmer ataupun granit, kamu bisa wujudkan desasin paling sesuai kebutuhan hunianmu!
